Minggu, 09 Januari 2011

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII

SKRIPSI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk
memberikan pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan keahlian tertentu kepada
individu guna mengembangkan bakat serta kepribadian mereka. Dengan
pendidikan manusia berusaha mengembangkan dirinya sehingga mampu
menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu masalah pendidikan perlu
mendapat perhatian dan penanganan yang lebih baik yang menyangkut
berbagai masalah yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas dan relevansinya.
Secara umum pendidikan dilaksanakan untuk maksud yang positif
dan struktul, format serta pelaksanaannya diarahkan untuk membimbing,
membina manusia dalam kehidupan. Manusia secara kodratnya dikaruniai
kemampuan-kemampuan dasar yang bersifat rohaniah dan jasmaniah. Dengan
potensi ini manusia mampu mempertahankan hidup serta menuju
kesejahteraan. Kemampuan dasar manusia tersebut dalam sepanjang sejarah
pertumbuhannya merupakan modal dasar untuk mengembangkan hidupnya
dalam segala bidang, karena itu peranan pendidikan sangat penting, sebab
pendidikan merupakan lembaga yang berusaha untuk membangun masyarakat
dan watak bangsa secara berkesinambungan, membina rasio, intelek dan
kepribadian dalam rangka membentuk manusia seutuhnya. 2
Pendidikan bukanlah suatu hal yang statis atau tetap melainkan suatu
hal yang dinamis sehingga menuntut adanya suatu perubahan atau perbaikan
secara terus menerus. Perubahan dapat dilakukan dalam hal metode mengajar,
buku-buku, alat-alat labiratorium, maupun materi-materi pelajaran.
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan
penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu, jam pelajaran
sekolah lebih banyak di bandingkan pelajaran lain. Pelajaran matematika
dalam pelaksanaan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan
mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas.
Metode mengajar merupakan sarana interaksi guru dengan siswa di
dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian yang perlu di perhatikan
adalah ketepatan dalam memilih metode mengajar, metode mengajar yang
dipilih harus sesuai dengan tujuan, jenis dan sifat materi yang diajarkan.
Kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut
sangat berpengaruh terhadap hasil yang di capai. Ketepatan menggunakan
suatu metode dapat menimbulkan kebosanan, kurang dipahami dan monoton
sehingga mengakibatkan sikap yang acuh terhadap pelajaran matematika.
Masalah ini seringkali menghambat dalam pembelajaran. Kurang
tepatnya pemilihan metode mengajar oleh guru akan mempengaruhi pretasi
belajar yang dicapai oleh siswa. Selain metode mengajar hal lain yang juga
sangat mempengaruhi adalah minat siswa dalam pelajaran matematika pada
khususnya masih sangat rendah. Hal ini karena siswa beranggapan bahwa
matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan. 3
Suatu kesalahan yang sering terjadi adalah guru kurang
memperhatikan tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti perubahan tahap
demi tahap dalam mencapai materi pelajaran. Dengan kata lain, siswa hanya di
buat tercengang oleh guru dalam mempermainkan rumus yang begitu runtut
dalam sebuah rangkaian pokok bahasan. Kondisi ini mungkin bagi guru suatu
pekerjaan yang remeh jika sekedar menulis rumus yang sebenarnya dapat
dijadikan sebagai penuntun siswa dalam memahami materi dan penyelesaian
soal-soal.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka perlu dicarikan suatu
formula pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah matematika siswa. Para guru hendaknya terus berusaha
menyusun dan menerapkan berbagai cara variansi agar siswa tertarik dan
bersemangat dalam mengikuti pelajaran matematika salah satunya melalui
metode discovery-inquiry.
Manusia secara kodrati telah mampu berfikir untuk menghadapi
problema kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain menusia secara alamiah
telah memiliki kemampuan bernalar terutama soal-soal yang sederhana.
Melalui pendekatan pembelajaran discovery-inquiry, yaitu mengajak
siswa untuk dapat menemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi
pelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses belajar
mengajar. Guru sebagai fasilisator menciptakan proses belajar aktif, kreatif
dan menyenangkan secara garis besar proses pembelajaran dengan discovery-
inquiry. Dalam langkah ini siswa diminta kembali untuk menganalisis hasil 4
eksperimen yang di lakukan kelompoknya dengan jalan diberi lembar kegiatan
mandiri yang masih relevan dengan hasil percobaan untuk dikerjakan secara
individu. Dalam proses ini bertujuan agar siswa dapat mengembangkan
kemampuan berfikir dan dapat menemukan kesimpulan dari jawaban dari
permasalahan yang ada. Langkah yang ada terakhir adalah memberikan tugas
mandiri kepada siswa untuk dikerjakan di rumah.
Kenyataan-kenyataan seperti di atas itulah yang mendorong peneliti
untuk mengadakan penelitian, yang kemudian dituangkan dalam bentuk
skripsi dengan judul “Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Melalui
Metode Discovery-inquiry Pada Siswa Kelas VII SMP N 5 Sukoharjo“.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat di defiinisikan
masalah sebagai berikut:
1. Prestasi belajar matematika sampai saat ini belum sesuai harapan.
2. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang berupa faktor
individual dan faktor sosial belum dioptimalkan dalam proses belajar
mengajar.
3. Faktor yang berasal dari diri siswa yang berupa kecerdasan interpersonal
belum dioptimalkan dalam belajar.
4. Setiap siswa mempunyai kecerdasan intrepersonal yang berbeda-beda ada
yang mempunyai skor tinggi dalam kecerdasan interpersonal dan ada yang 5
tidak. Sehingga ada yang dapat memotivasi terhadap dirinya dan ada yang
acuh terhadap dirinya sendiri.

C. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari kesalahpahaman maksud dalam mengadakan
penelitian ini maka penulis memfokuskan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian hanya dilaksanakan di SMP N 5 Sukoharjo.
2. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIE SMP N 5 Sukoharjo.
3. Penelitian dilakukan pada saat pembelajaran matematika di dalam kelas.
4. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Discovery-inquiry.
5. Kemampuan pemahaman dan kreatifitas siswa dapat dilihat dari hasil tes
setelah penggunaan metode Discovery-inquiry.

D. Perumusan Dan Pemecahan Masalah
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan
pembatasan masalah yang telah di uraikan di atas, maka masalah yang
akan di bahas dalam penelitian ini adalah “ Apakah dengan menggunakan
metode discovery-inquiry pemahaman konsep matematika meningkat?”.
2. Pemecahan Masalah
Keberhasilan peningkatan kemampuan pemahaman konsep
matematika siswa dalam pembelajaran matematika pada PTK ini
ditentukan oleh peningkatan sikap belajar siswa. Hasil diagnosis akan 6
penyebab kurangnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa
adalah kurang menarik model pembelajaran yang di gunakan oleh guru.
Hal ini dapat dilihat dari kurangnya antusias siswa mengikuti pelajaran,
hubungan guru dengan siswa kurang optimal.
Kesepakatan guru mitra dengan peneliti, kelemahan-kelemahan
tersebut harus segera diatasi melalui pendekatan discovery-inquiry dengan
tindakan pada masing-masing tahap pembelajaran sebagai berikut:
a. Tindakan pada awal Pembelajaran
1) Menyiapkan alat Bantu yang sesuai dan menarik materi yang akan
disampaikan
2) Memberikan motivasi untuk meningkatkan minat belajar siswa
3) Memberikan tinjauan yang jelas tentang materi yang akan di
sampaikan sehingga siswa mempunyai arah yang jelas saat belajar
4) Membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar
5) Mebuka pelajaran sesuai dengan pendekatan untuk meningkatkan rasa
takut siswa
b. Tindakan Penyampaian dan Pengembangan
1) Penyampaian konsep dasar materi.
2) Penjelasan cara menggunakan alat peraga yang digunakan dalam
proses belajar.
3) Penyampaian di sesuaikan dengan gaya bahasa siswa sehingga siswa
dapat menerima pelajaran dengan mudah. 7
4) Belajar kelompok dan pengembangan minat individu dengan
mempraktekkan alat peraga yang sudah disiapkan.
5) Pelatihan memecahkan suatu masalah yang berkaitan dengan materi
baik secara individu maupun kelompok.
c. Tindakan pada tahap penerapan
1) Mengusahakan umpan balik.
2) Pemberian soal latihan baik kelompok maupun individu kepada siswa
dan kesempatan untuk mengerjakannya.
3) Pembahasan soal latihan secara bersama-sama.
4) Refleksi individu tentang capaian materi yang telah di dapat selama
proses belajar.
5) Review materi pelajaran yang belum di pahami siswa.
d.Tindakan pada akhir Pembelajaran
1) Penarikan kesimpulan bersama
2) Penguatan materi yang telah didapat siswa dengan memberikan waktu
kepada siswa untuk bertanya.
3) Evaluasi kinerja siswa oleh guru dan memberikan motivasi kepada
seluruh siswa.
4) Eksplorasi kesulitan belajar siswa, hal-hal yang menarik yang telah
didapat siswa dan hal-hal yang tidak di sukai siswa.
5) Pemberian tugas rumah yang menyenangkan sesuai materi yang telah
di pelajari. 8
Tim peneliti bekerjasama dengan guru menyusun rencana
pembelajaran yang diperlukan sebelum guru mitra melakukan tindakan
pembelajaran. Perencanaan ini diarahkan pada perubahan peran guru
menjadi fasilitator, meminimalkan rasa cemas siswa, menanamkan
persepsi belajar siswa menjadi kebutuhan bersama.

E. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian memerlukan suatu fokus pada suatu masalah yang
nantinya diharapkan dapat memperoleh jawaban yang lebih terarah untuk
menghindari berbagai penyimpangan dan masalah yang terjadi dalam
penelitian ini. Adapun penelitian ini adalah:
1. Untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal
matematika dengan peningkatan pemahaman konsep matematika melalui
metode discovery-inquiry.
2. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika dalam
prestasi belajar matematika siswa.

F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak di capai, maka penelitian
ini di harapkan mempunyai manfaat atau kegunaan dalam pendidikan baik
secara langsung atau tidak langsung. Adapun manfaat penelitian ini adalah
sebagai berikut:
9
1. Manfaat Teori
Bahwa pendekatan discovery-inquiry dapat digunakan sebagai salah
satu alternatif untuk meningkatkan hasil prestasi belajar matematika siswa.
Dalam teknik ini siswa di biarkan menemukan sendiri atau mengalami
proses mental sendiri. Secara khusus penelitian ini memberikan kontribusi
pada strategi pembelajaran matematika yang berupa pergeseran dari
pembelajaran yang hanya mementingkan hasil pembelajaran yang juga
mementingkan prosesnya.
2. Manfaat Praktis
a. Sebagai bahan pertimbanagan bagi peneliti, sebagai calon pendidik
untuk terjun ke dunia pendidikan.
b. Sebagai bahan masukan yang berguna bagi peningkatan mutu
pendidikan, khususnya dalam proses belajar mengajar.
c. Memberi masukan pada siswa untuk meningkatkan kegiatan belajar,
mengoptimalkan kemampuan berfikir positif dalam mengembangkan
dirinya di tengah-tengah lingkungan dalam meraih keberhasilan belajar
atau prestasi belajar yang optimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar