Minggu, 09 Januari 2011

penerapan pendekatan kontekstual Bahasa Inggris

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan suatu
kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan
ekspresi dalam bentuk tulisan walaupun menulis merupakan salah satu dari empat
keterampilan berbahasa, tetapi dalam proses pembelajaran bahasa tidak mungkin
dipisahkan dengan keterampilan berbahasa yang lain seperti mendengarkan, berbicara
dan membaca. Keempat keterampilan berbahasa itu terdapat saling melengkapi.
Sebagaimana dalam kurikulum 2004 (KBK) yang kemudian disempurnakan dengan
kurikulum 2006 (KTSP) mata pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas
(SMA) disebutkan bahwa salah satu tujuan pengajaran bahasa Inggris adalah
mengembangkan kemampuan dalam bahasa tersebut, dalam bentuk lisan dan tulis.
Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking),
membaca (reading), dan menulis (writing).
Berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan menggunakan ragam bahasa
yang sesuai secara lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan atau monolog
yang melibatkan wacana berbentuk, deskriptif, naratif, spoofl, recount, prosedur,
report, news item, anekdot, eksposisi, explanation, discussion, commentary, dan
review dengan variasi ungkapan makna interpersonal, ideasional, dan tekstual
sederhana (Depdiknas, 2004:8). 2

Pengajaran keterampilan menulis bahasa Inggris untuk siswa SMA diarahkan
ke pencapaian kompetensi yang dapat terlibat dalam kemampuan siswa
mengungkapkan berbagai makna dengan langkah-langkah retorika yang benar di
dalam teks tertulis tentang suatu topik berkaitan dengan pengalaman nyata dalam
kehidupan sehari-hari (kontekstual), dengan penekanan ciri-ciri ragam bahasa tulis.
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang terpadu,
yang ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Menurut Akhadiah,
dkk (1988:2) bahsa menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematik
serta mengungkapkannya secara tersurat. Dalam proses pembelajaran keterampilan
ini bisa diwujudkan dalam bentuk materi menulis dengan berbagai indikatornya.
Sebagaimana materi lainnya, materi inipun seharusnya disajikan secara bertahap,
karena menulis merupakan keterampilan lanjutan yang cukup kompleks.
Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan menulis bahasa Inggris yang
diberikan pada siswa kelas XI di SMA Negeri sebagai salah satu keterampilan
berbahasa yang harus dikembangkan di sekolah, dengan tujuan untuk memberikan
bekal pada siswa dalam hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Para siswa
memposisikan diri sebagai diri sendiri yang memerlukan sesuatu bekal untuk
kehidupannya nanti. Siswa perlu mengerti apa makna belajar keterampilan menulis
bahasa Inggris bagi dirinya, apa manfaatnya dan bagaimana usaha mereka
mencapainya sehingga mereka sadar bahwa apa yang mereka pelajari berguna bagi
hidupnya nanti. Hal ini disadari penulis selaku guru yang mengajar bahasa Inggris
dihadapkan beberapa masalah dalam pembelajaran menulis pada siswa kelas XI-A1 3

di SMA Negeri . Masalah tersebut meliputi: (1) rendahnya minat siswa terhadap
pembelajaran menulis bahasa Inggris, aktivitas proses belajar menulis siswa
cenderung rendah, (2) ketidakmampuan siswa dalam menuangkan dan
mengembangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan, dan (3) ketidakmampuan
siswa dalam pengorganisasian tulisan yang bermakna. Kondisi ini terungkap dari
pengamatan selama berlangsungnya aktivitas proses belajar latihan keterampilan
menulis dan terungkap dari evaluasi hasil belajar siswa dalam membuat tulisan
berupa karangan sederhana bahasa Inggris pada kegiatan pembelajaran menulis
menunjukkan bahwa dari 40 siswa sebagian besar siswa (77,50%) dengan nilai rata-
rata 64. Berarti ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa tentang keterampilan
menulis bahasa Inggris belum mencapai kriteria ketuntasan belajar minimal 85%
dengan nilai rata-rata > 80 yang ditetapkan.
Bertolak dari hasil belajar siswa, penulis dengan dibantu beberapa guru lain
(teman sejawat) di sekolah melakukan upaya refleksi dan pengkajian secara kritis
untuk mengungkap penyebab masalah rendahnya hasil belajar siswa tersebut. Dari
hasil refleksi ini ditengarai beberapa indikasi yang diasumsikan sebagai penyebab
rendahnya hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis bahasa Inggris, yaitu: (1)
guru dalam menyampaikan materi pelajaran terlalu menitikberatkan pada penggunaan
metode ceramah, sebagian besar waktu dipergunakan untuk penyampaian materi
pelajaran tanpa memberi kesempatan siswa untuk belajar menerapkan dan
mengembangkan materi pelajaran yang diperolehnya; (2) penekanan proses
pembelajaran lebih terfokus pada aspek kognitif (penguasaan pengetahuan) tentang
menulis bahasa Inggris; (3) hubungan guru dengan siswa dalam aktivitas proses 4

belajar mengajar relatif bersifat formal dan kaku, dan (4) pendekatan proses
pembelajaran yang dipergunakan guru lebih mengarah pada isi buku teks yang telah
ditentukan sehingga membuat siswa relative pasif.
Dari hasil refleksi tersebut, maka perlu bagi penulis untuk melakukan
perbaikan dan penyempurnaan pembelajaran keterampilan menulis bahasa inggris
pada siswa kelas XI-A1 SMA Negeri ke arah yang lebih baik melalui penerapan
pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Dasar
pertimbangan penulis memilih penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual
dalam keterampilan menulis bahasa Inggris tersebut adalah karena beberapa alasan,
yaitu pendekatan kontekstual (CTL) sesuai dengan minat siswa yang selaku haus
akan makna, dan untuk mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah
dimiliki siswa. Dengan demikian belajar secara kontekstual berarti berarti belajar
mengeluarkan potensi penuh seorang siswa secara alamiah. Dengan kata lain
memberi kesempatan pada siswa untuk menerapkan dan mengembangkan
ide/gagasan secara kritis dan komunikatif dalam bentuk bahasa tulis (bahasa Inggris)
yang dapat bermakna bagi dirinya maupun bagi yang membacanya. Seperti
dikemukakan Elaine B. Johnson (2007:14), Contextual Teaching and Learning (CTL)
adalah sebuah system belajar yang didasarkan pada filosif bahwa siswa mampu
menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang
mereka terima, dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka
bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah
mereka miliki sebelumnya. 5

Berdasar pertimbangan atau alasan dipilihnya penggunaan pendekatan
pembelajaran kontekstual dalam pelajaran keterampilan bahasa Inggris tersebut,
diharapkan terdapat peningkatan keterampilan dalam menulis bahasa Inggris pada
siswa kelas XI-A1 SMA Negeri . Upaya perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan
pembelajaran ini dilakukan penulis melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan
dibantu seorang observer pendamping (guru lain) di sekolah.

B. Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini
adalah:
1. Bagaimanakah aktivitas proses belajar menulis bahasa Inggris dengan penerapan
pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas XI-A1 SMA Negeri ?
2. Bagaimanakah hasil keterampilan menulis bahasa Inggris dengan penerapan
pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas XI-A1 SMA Negeri ?

C. Tujuan Penelitian
Memperhatikan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui aktivitas proses belajar menulis bahasa Inggris dengan
penerapan pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas XI-A1 SMA Negeri .
2. Untuk mengetahui hasil keterampilan menulis bahasa Inggris dengan penerapan
pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas XI-A1 SMA Negeri . 6


D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat bermanfaat bagi, yaitu:
1. Bagi siswa, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesadaran
terhadap manfaat dan pentingnya keterampilan menulis bahasa Inggris baik
untuk kepentingan penguasaan ilmu pengetahuan maupun komunikasi praktis
dalam kehidupan nyata di masyarakat.
2. Bagi guru, dapat menambah pengalaman dalam memahami karateristik siswa
dan kemampuannya belajar berkaitan dengan materi pelajaran yang diberikan,
sehingga aktivitas proses belajar mengajar dapat dilaksanakan secara
maksimal dan efektif.
3. Bagi sekolah, dapat member masukan yang positif khususnya bagi kepala
sekolah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas
pembelajaran bahasa Inggris di sekolah.
4. Bagi peneliti lain, dapat memberikan informasi sebagai bahan rujukan rangka
melaksanakan penelitian lanjut berkenaan dengan masalah-masalah
penyelenggaraan pendidikan khususnya di SMA.

E. Hipotesis Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan dengan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut:
1. Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran keterampilan menulis
bahasa Inggris dapat meningkatkan aktivitas proses belajar siswa kelas XI-A1
SMA Negeri . 7

2. Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis bahasa
Inggris dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis siswa kelas
XI-A1 SMA Negeri .

F. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan ruang lingkup adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1 Ruang Lingkup Penelitian

Variabel Sub
Variabel
Indikator Subjek
Penelitian
Lokasi
Penelitian
Instrumen
Penelitian
Penerapan
pendekatan
kontekstual
dalam
pembelajaran
keterampilan
menulis
bahasa
Inggris
1. Pelaksa-
naan –
aktivitas
proses
belajar
menulis

1) Minat dan
motivasi
belajar
2) Pengembangan
ide/gagasan
dari
pengetahuan/pe
ngalaman yang
dimilikinya
(inkuiri)
3) Tanya jawab
4) Menulis
(mengarang)
dilakukan
melalui proses
yang
dilaksanakan
dalam tahapan-
tahapan
tertentu secara
runtut
(konstruktivism
e)
5) Kerjasama
antar siswa
dalam
kelompok
belajar
(masyarakat
belajar)
6) Kegiatan
menulis
(mengarang)
dilakukan
dengan
Siswa
kelas XI-
A1
SMA Negeri Lembar
observasi
(penga-
matan) 8

Variabel Sub
Variabel
Indikator Subjek
Penelitian
Lokasi
Penelitian
Instrumen
Penelitian
memperhatikan
model/contoh
pola karangan
yang diberikan
guru.
(permodelan)
7) Menilai
karangan teman
(antar siswa)
dan karangan
sendiri secara
obyektif
(penilaian
autentik)
8) Melakukan
refleksi pada
setiap proses
pembuatan
karangan mulai
dari tahap
penentuan
topik karangan
sampai
kegiatan
revisi/perbaika
n karangan
(refleksi)

2. Hasil
belajar
keteram-
pilan
menulis
bahasa
Inggris
a. Pola karangan
b. Pengembangan
ide/gagasan dalam
karangan dengan
penerapan
pendekatan
kontekstual
c. Spelling dan
grammar
d. Kebersihan tulisan

Siswa
kelas XI-
A1
SMA Negeri • Lembar
peni-
laian



G. Definisi Operasional
Untuk menghindarkan salah penafsiran berkaitan dengan tujuan penelitian
atau variabel/sub variabel yang diteliti, maka perlu dipertegas dengan definisi
operasional sebagai berikut: 9

1. Penerapan pendekatan kontekstual ialah suatu metode mengajar yang
dipergunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran dengan mengaitkan
kehidupan nyata siswa, yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam
bahan pelajaran yang dipelajari dengan cara menghubungkan/mengaitkan dengan
konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan
pribadinya, sosialnya, dan budayanya.
2. Pembelajaran menulis bahasa Inggris ialah aktivitas proses belajar mengajar
tentang materi pelajaran menulis bahasa Inggris berdasar kurikulum standar
kompetensi bahan kajian mata pelajaran bahasa Inggris untuk SMA.
3. Aktivitas proses belajar ialah kegiatan belajar siswa untuk mempelajari dan
melakukan latihan mengerjakan tugas berkaitan dengan materi pelajaran tentang
keterampilan menulis bahasa Inggris dengan penerapan pendekatan kontekstual
yang meliputi: minat dan motivasi belajar, pengembangan ide/gagasan dari
pengetahuan/pengalaman yang dimilikinya, melakukan tanya-jawab antar siswa
dalam kelompok belajar, menulis (mengarang) dilakukan melalui proses tahapan-
tahapan tertentu secara runtut, melakukan kerjasama antar siswa dalam kelompok
belajar, kegiatan menulis (mengarang) dilakukan dengan memperhatikan
model/contoh pola karangan yang diberikan guru, menilai karangan teman (antar
siswa) dan karangan sendiri secara obyektif, dan melakukan refleksi pada setiap
proses pembuatan karangan mulai dari tahap penentuan topik karangan sampai
kegiatan revisi/perbaikan karangan.
4. Hasil belajar keterampilan menulis bahasa Inggris ialah pencapaian belajar siswa
terhadap kompetensi dasar keterampilan menulis (mengarang) bahasa Inggris 10

mengenai topik tertentu yang berkaitan dengan kehidupan nyata (kontekstual)
lingkungannya, dengan indikator pencapaian meliputi: pola karangan,
pengembangan ide/gagasan dalam karangan, spelling, grammar dan kebersihan
tulisan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar